Blog

Viral! Emak-Emak Rasionalisasikan Program Kartu Lansia Salah Satu Kandidat, Sebut Mustahil Terwujud di Luwu Timur

×

Viral! Emak-Emak Rasionalisasikan Program Kartu Lansia Salah Satu Kandidat, Sebut Mustahil Terwujud di Luwu Timur

Sebarkan artikel ini

Inspirasi.update.com, Luwu Timur – Sebuah video yang memperlihatkan seorang emak-emak di Luwu Timur tengah merasionalisasikan salah satu program Kartu Lansia yang diusulkan oleh kandidat bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Luwu Timur 2024, menjadi viral di media sosial Facebook. Dalam video tersebut, emak-emak tersebut dengan lugas menyebut bahwa program Kartu Lansia 1 juta tersebut mustahil terjadi secara hitung-hitungan anggaran, mengingat banyaknya persoalan lain yang harus diselesaikan untuk membangun Luwu Timur.

Menurut emak-emak tersebut, program Kartu Lansia yang menjanjikan sejumlah uang 1 juta per bulan bagi warga lanjut usia tidak realistis, terutama mengingat banyaknya sektor prioritas yang juga membutuhkan anggaran besar, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa janji politik tersebut hanya akan membebani APBD dan sulit diwujudkan tanpa mengorbankan sektor-sektor vital lainnya.

“Program seperti ini secara hitung-hitungan sangat sulit terwujud. Masih banyak persoalan lain yang harus diselesaikan, khususnya untuk membangun Luwu Timur. Belum lagi anggaran daerah (APBD) itu diawasi oleh polisi dan kejaksaan. Mereka selalu memantau setiap pekerjaan yang dilakukan bupati, jadi tidak bisa sembarangan mengeluarkan dana untuk program yang tidak jelas sumber anggarannya,” ujar emak-emak dalam video yang kini ramai diperbincangkan.

Ia juga menyebut bahwa setiap penggunaan anggaran daerah diawasi dengan ketat oleh aparat penegak hukum, seperti polisi dan kejaksaan, yang memastikan bahwa anggaran publik digunakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tepat sasaran. Hal ini menambah keraguannya bahwa program Kartu Lansia bisa dijalankan tanpa masalah hukum, mengingat setiap kebijakan yang diambil harus didasarkan pada perencanaan yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Mengelola APBD itu tidak sembarangan. Polisi dan kejaksaan akan selalu memperhatikan setiap keputusan bupati, jadi kalau program ini tidak realistis dan hanya untuk mencari simpati pemilih, justru bisa menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Kami sebagai masyarakat harus lebih kritis terhadap janji politik seperti ini,” lanjutnya.

Pernyataan emak-emak tersebut memicu diskusi yang luas di kalangan masyarakat Luwu Timur, terutama mengenai kredibilitas janji politik yang diusung oleh para kandidat dalam Pilkada 2024. Banyak yang memuji keberanian emak-emak tersebut dalam menyuarakan pendapatnya secara rasional dan berdasarkan realitas pengelolaan anggaran daerah.

Namun sayangnya ada juga salah satu nitizen yang sepertinya tidak menerima rasionalisasi dari emak-emak tersebut dengan berkomentar Pasukan Anti Kesejahteraan.

“Pasukan ANTI KESEJAHTERAAN LANSIA. sy turut bahagia dengan ada nya program yg pro Masyarakat kecil terutama LANSIA. mereka adalah orang2 tua kami yg berjasa terhadap perkembangan anak2 luwu timur. Tanpa mereka kita tdk bisa sampai sperti sekarang ini. Dan miris nya. Masih banyak org2 yg anti terhadap kesejahteraan LANSIA. SEMOGA KITA SEMUA DI JAUHKAN DARI ORANG² SEPERTI INI,” tulis salah satu komentar di media sosial.

Kisah viral ini menjadi perhatian banyak pihak, dan menjadi pengingat bahwa dalam kontestasi politik, masyarakat semakin kritis dalam menilai janji-janji kampanye yang disampaikan oleh para kandidat. Transparansi, perencanaan matang, dan pelaksanaan program yang realistis menjadi harapan utama masyarakat dalam Pilkada Luwu Timur 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *